Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Filsafat Estetika dan Etika Moral Menurut Martin Suryajaya

Nama : Muhammad Abi Aufa

NPM : 202146500549

Kelas : S3D DKV

Dosen : Angga Kusuma Dawami, M. Sn.

Estetika biasanya diartikan sebagai kajian tentang keindahan istilah estetika sendiri sebetulnya punya begitu banyak arti sebagian mengartikannya sebagai kajian tentang keindahan sebagian lain mengartikannya bahkan sebagai usaha untuk mempercantik diri, sejarahnya kata estetika sendiri itu bermula bukan dari kajian tentang seni ataupun keindahan penggunaan Istilah etika berakar pada suatu kata Yunani nice tesis yang artinya pencerapan indrawi jadi para pemikir sejak masa Plato sampai dengan Immanuel kant di abad ke-18 mengartikan estetika rata-rata sebagai kajian tentang proses pencerapan indrawi.

        Alexander baumgarten adalah seorang tokoh setting kawan, tapi terlepas dari penggunaan istilah yang berbeda itu sebetulnya wacana tentang kesenian atau keindahan itu sudah ada sejak lama sejak masa Yunani paling tidak tradisi pemikiran yang berkembang sejak masa Yunani sampai dengan abad pertengahan dan bahkan sampai dengan era modern biasa mengertian keindahan sebagai satu sisi dari sebuah segitiga konseptual yaitu sebuah segitiga yang mempersatukan ide tentang apa yang indah apa yang benar dan apa yang baik.

        frase Jones Aqua yang artinya adalah Aku tidak tahu apa keindahan adalah sesuatu yang tentangnya Aku tidak tahu apa jenis ekwah Itulah salah satu kekhasan dari wacana estetika yang membedakannya dari wacana cabang filsafat lain yang biasanya dirumuskan dalam medium yang sebelumnya rasional usaha untuk menggambarkan kekhasan dari keindahan sesuatu yang menjadi inti definisional dari keindahan telah menggiring para pemikir estetika untuk Sampai pada suatu kesimpulan.

    Edward and sleep mereka ini adalah para pemikir estetika yang sangat menekankan kekhasan Wahana Mereka melihat dua indahnya sebuah lukisan haruslah dilihat murni dari segi aspek formalnya dari segi Bagaimana sih seniman itu mengolah medium gambar itu sendiri jadi suatu lukisan itu indah bukan karena dia menggambarkan suatu keadaan yang ideal suatu tatanan yang menyenangkan misalnya tetapi lukisan itu sendiri sebagai Wahana dua dimensi telah berhasil mengolah kekhasan wahananya dengan mengoptimalkan peran dari ritme dan warna komposisi.

    Edward hanslick percaya bahwa musik itu tidak seharusnya dievaluasi Berdasarkan kontennya apakah sebuah karya musik menceritakan tentang adegan percintaan atau tentang epos sejarah itu tidak penting buat hashlib yang penting adalah bagaimana komposisi musikal di dalam karya musik itu, dengan demikian bentuk dan isi adalah dua hal yang berseberangan pemikiran ini sebetulnya muncul karena dimungkinkan oleh suatu pergerakan estetika yang muncul di awal abad 19 pergerakan itu disebut sebagai gerakan seni untuk seni, larut borla gerakan ini antara lain dipelopori oleh penulis teofil Gotye yang berargumen bahwa segala macam yang indah itu selalulah asing dari kegunaan pandangan ini telah menghasilkan sebuah gerakan dalam estetika yang disebut sebagai estetisisme kaum estetis percaya bahwa seni itu harus dimurnikan dari segala macam unsur eksternalnya segala macam pertimbangan tentang manfaat tentang efeknya bagi masyarakat semua itu harus dikesampingkan dari pembicaraan tentang seni

    Marcel duchamp karya instalasi ini jauh dari kesan keindahan ataupun kesan dibuat menjadi indah ia ditampilkan apa adanya yaitu sebuah urine oar tanpa polesan apapun juga bagaimana kemudian mengevaluasi karya seni seperti ini konsep keindahan apa yang diperlukan sehingga karya ini bisa dievaluasi terlihat bahwa estetika abad ke-20 tidak lagi bisa didasarkan pada keindahan pra abad ke-20.

– Pengertian Etiket

    Etiket itu bicara tentang sopan santun sesuai adat kebiasaan yang berlaku. Tujuan etiket ialah merupakan sebuah yang menjalin hubungan yang baik dengan tamu. Apabila telah diterapkannya dalam melayani tamu, maka tamu tersebut akan merasakan dirinya diperhatikan dan dihargai oleh anda.

– Pengertian Moral dan Etika

    Moral itu berasal dari kata latin mores itu artinya kebiasaan custom apa yang berlaku di masyarakat. Sedangkan Etika itu berangkat dari kata Yunani ethos ini berkaitan dengan disposisi atau kecenderungan susu sikap atau karakter seorang seperti itu tapi walaupun keduanya punya etimologi yang berbeda asal kata yang berbeda secara pengertian sebetulnya sama. etika ya tidak lain adalah moral itu Jadi kalau orang bicara filsafat Etika itu sama dengan filsafat moral.

– Definisi Etika atau Moral terhadap Filsafat

Kalau kita mau definisikan etika atau moral ini sebagai suatu pandangan filsafat, maka keberadaan filsafat Etika itu sendiri dan juga berkaitan dengan itu adalah konsep utamanya yaitu tindakan etis tentang yang baik dan buruk itu, apakah ada tindakan baik tindakan yang betul-betul bisa diberi predikat baik dalam arti moral tentu dalam arti ini bukan maksud saya untuk menganggap bahwa kita sebaiknya berlaku apapun yang kita sukai melanggar moralitas melanggar hak orang lain atau melakukan kekerasan terhadap orang lain. 

– 3 Aliran besar Filsafat Etika

Etika itu untuk memberikan gambaran Mungkin kita bisa survei terlebih dahulu posisi-posisi umum dalam filsafat etika. Ada tiga aliran besar dalam filsafat Etika :

1. Etika deontologis atau etika kewajiban

2. Etika keutamaan 

3. Etika konsekuensialis 

Kenapa Etika Tidak Ada?

Apakah berkaitan dengan hukum kesesuaian dengan perintah undang-undang ataukah dia sesuai dengan Operet agama dan seterusnya atau apakah ada satu hal yang unik dan khas dalam hal etika yang berbeda. dari misalnya peraturan undang-undang, peraturan agama, peraturan adat istiadat dan seterusnya. Apakah ada sesuatu yang disebut murni secara etis.
Bicara etiket itu bicara tentang sopan santun. Kehidupan sehari-hari membawa diri kita dalam kehidupan pergaulan sehari-hari, etiket tentunya relatif yang artinya setiap masyarakat punya kode etik etnis sendiri.


Etika keutamaan

  • Etika konsekuensialis etika yang berurusan dengan konsekuensi dari tindakan secara garis besar.
  • Etika deontologis nilai moral dari suatu tindakan pada sejauh mana tindakan itu merupakan ungkapan dari kewajibannya Jadi kalau suatu tindakan dilakukan murni demi kewajiban maka itu adalah tindakan yang baik tokoh pemikir etika deontologis.

Contohnya adalah Immanuel kant di abad ke 1819 awal, dia berpikir dalam rangka suatu tindakan yang dilakukan murni demi kewajibannya.
 

Etika keutamaan bercerai Ethics ini sebetulnya suatu aliran filsafat yang usianya jauh lebih tua daripada etika deontologis. Kalau etika deontologis munculnya di akhir abad ke-18.
Etika deontologis itu sebetulnya adalah suatu filsafat politik yang menginvasi ranah estetika itu masuk, menduduki, menjajah Rana estetika itulah etika deontologis. Etika keutamaan yaitu etika yang dibimbing oleh ideal ideal subjektif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: